Kulon Progo, Senin, 8 Desember 2025 dilaksanakan monitoring dan evaluasi melakukan kunjungan lapangan ke lokasi penerima bantuan Smart Green House (SGH) Melon di Kelompok Tani Sanggar, Keboan, Karangwuni, Wates, Kulon Progo untuk memastikan pemanfaatan fasilitas berjalan optimal serta memberikan pendampingan teknis kepada petani.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Bidang Produksi dan perlindungan tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Pertanian dan Pangan kabupaten Kulon Progo sebagai bagian dari program penguatan teknologi budidaya hortikultura. Smart Green House Melon merupakan fasilitas berbasis teknologi yang dilengkapi sensor suhu, kelembapan, irigasi tetes otomatis, dan sistem pemantauan digital yang membantu petani mengendalikan kondisi tanaman secara presisi.
Evaluasi Penerapan Teknologi
Dalam kunjungan tersebut, tim melakukan pengecekan terhadap:
- fungsi sensor dan sistem kontrol iklim,
- kondisi struktur green house,
- perkembangan pertumbuhan tanaman melon,
- pencatatan data budidaya melalui aplikasi monitoring, serta
- pemahaman dan kemampuan petani dalam mengoperasikan peralatan.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar penerima bantuan sudah mampu mengoperasikan peralatan secara mandiri. Sistem irigasi otomatis dan pengaturan lingkungan terbukti membantu menekan penggunaan air serta mengurangi risiko serangan hama dan penyakit.
Peningkatan Produksi dan Efisiensi
Menurut Kabid Prolind (Wazan Mudzakir, STP. MPA), penerapan Smart Green House memberikan dampak positif terhadap produktivitas. Tanaman melon tumbuh lebih seragam dengan tingkat keberhasilan bibit yang lebih tinggi. Perkiraan hasil panen juga diprediksi meningkat dibanding pola budidaya konvensional.
Selain itu, penggunaan teknologi monitoring digital mempermudah petani dalam mengambil keputusan budidaya berdasarkan data real-time, sehingga efisiensi tenaga dan biaya dapat ditingkatkan.

Pendampingan Berkelanjutan
Sebagai tindak lanjut, tim monev merekomendasikan:
- pelatihan lanjutan mengenai manajemen lingkungan green house,
- optimalisasi penggunaan aplikasi pemantauan,
- penguatan manajemen pascapanen dan pemasaran melon premium, serta
- peningkatan koordinasi antara petani dan pendamping lapangan.
Program bantuan Smart Green House ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan hortikultura modern yang mampu meningkatkan daya saing produk lokal dan kesejahteraan petani. (Bidang Prolind)